Wawancara Putin Terkait Muslim, Terorisme Islam dan ISIS

by -1,158 views

Masyarakat Dunia mungkin sebagian besar tidak asing dengan sosok atau pemikiran Barrack Obama dan Donald Trump sebagai presiden AmerikaSerikat. Banyak pemberitaan seputar pribadi, gagasan dan kebijakan keduatokoh itu dimuat disebarluaskan oleh banyak media massa dunia. Bahkandapat disimpulkan hampir semua berita terkait tokoh Amerika itu menjadi‘headline’ media.

Berbeda halnya dengan Vladimir Putin atau presiden Rusia yang dapat dikatakan jarang mendapat liputan luas seputar kehidupan pribadi atauperspektifnya terhadap berbagai hal yang menjadi isu utama global.

Wawancara khusus dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dilakukan oleh Oliver Stone, sutradara terkenal dari Amerika yang melahirkan film-film peraih penghargaan Oscar dipastikan menjadi sumber informasi menarik, berharga sekaligus merupakan kesempatan langka yang sulit diperoleh pada masa
sebelumnya.

Wawancara Stone pada Putin berlangsung beberapa kali dalam beberapa kesempatan sepanjang tahun 2016-2017 di Moscow, Rusia.Melalui wawancara yang rekaman videonya sudah ditayangkan sejak tahun
lalu, masyarakat dunia dapat lebih mengenal Rusia, Putin dan perspektifnya mengenai berbagai isu utama dunia. Perspektif Putin tentu menjadi masukan berharga dan sangat penting untuk dapat memahami konstelasi politik global secara utuh. Informasi Putin membantu terwujudnya opini dunia yang lebih sehat dan berimbang, setelah sekian lama opini dunia dibentuk secara sepihak dari dominasi Amerika.

Berikut ini diturunkan cuplikan pertama dari transkrip wawancara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Oliver Stone.

Hasil gambar untuk Wawancara Putin dengan oliver stone Terkait Muslim, Terorisme Islam dan ISIS

Stone: “Rusia memiliki populasi muslim terbesar di Eropa”.

Putin : “Tidak sepenuhnyan benar. Di Perancis saya pikir persentasenya juga sama”.

Stone: “Anda menyebutnya dulu populasi etnis asli Rusia atau Kaum Putih berkurang”.

Putin: “Anda tahu, untungnya kami mampu membalikkan trend tersebut. Sekarang adalah tahun ketiga di mana Rusia menyaksikan pertumbuhan alami dari populasi, termasuk di daerah yang dihuni etnik Rusia tradisional. Mengenai hubungan antar etnis, ini selalu menjadi isu hangat kapan pun di mana pun. Tapi Rusia punya keuntungan tertentu dalam hal ini. Contoh, Eropa dan Amerika hari ini, Anda akan lihat orang dari agama lain kebanyakan adalah imigran. Rusia berbeda. Orang dengan agama yang berbeda adalah orang Rusia sendiri. Dan Rusia adalah tanah air mereka. Tidak ada yang lain. Dari awal Rusia muncul sebagai negara banyak macam agama dan banyak macam etnis. Selama ribuan tahun Rusia menjaga interaksi kultur yang berbeda. Daerah-daerah di mana populasi campuran itu ada – Kristen dan Muslim, ada banyak situasi saat orang berdampingan merayakan perjamuan umat Muslim dan perayaan umat Kristen. Itu dasar pengalaman positif yang besar. Rusia mampu mengatasi permasalahan-interaksi antar etnis dan agama yang sensitif itu dengan mudah”.

Stone: “Di Moskow sendiri ada sekitar 15% populasi muslim. Bagaimana Anda melakukan pengawasannya?”

Putin: “Kami tidak melakukan pengawasan khusus terhadap populasi Muslim di Rusia. Populasi Muslim bukan merupakan masalah di Rusia. Aksi terorisme Islam yang disebut merupakan ancaman oleh Amerika bukan masalah kami”.

Stone: “Rusia tergabung dalam koalisi melawan ISIS di Suriah. Dapat Anda jelaskan peran Rusia?”

Putin: “ISIS disebut akan bercita-cita mendirikan Khalifah di Asia Tengah. Mereka awalnya memiliki 80.000 milisi, 30 ribu diantaranya adalah tentara bayaran dari 80 negara di dunia, termasuk dari Rusia. Mereka semakin kuat karena menguasai daerah-daerah ladang minyak. Rusia bergabung dengan pasukan Koalisi yang dipimpin Amerika dalam berperang melawan ISIS. Namun, sebagaimana Anda tahu, dalam sebuah jumpa pers kami pernah menyampaikan informasi mengenai posisi pasukan ISIS, juga transportasi pengangkutan minyak oleh ribuan truck oleh ISIS ke perbatasan Turki. Ini seperti mendobrak pintu yang sudah terbuka. Tapi, faktanya minim operasi militer yang dilakukan Amerika dan sekutu. Rusia menggempur pasukan ISIS melalui pesawat udara 70-100 kali serangan per hari. Sedangkan Amerika dan sekutu hanya 2-5 serangan per hari. Kita sama-sama paham situasi ini. Kepentingan Rusia menghancurkan ISIS lebih besar karena ribuan militan Rusia terlibat dan kami harus mencegah upaya mereka masuk kembali ke Rusia”.

Stone: “Wow, 70 sampai 100 serangan udara per hari?”

Putin: “Benar. Dan 7 hari dalam seminggu”.

Stone: “Pasti ada kemajuan dalam hal ini?”

Putin: “Semua orang melihat kemajuan itu. Awalnya wilayah yang dikuasai ISIS amat luas. Sekarang sudah banyak dibebaskan. Posisi ISIS semakin terjepit. Wilayah yang semula dikuasai ISIS itu sangat vital bagi Suriah. Dan banyak kelompok etnis di Suriah terutama kalamgan Sunni yang sudah menyatakan keinginan bekerjasama dengan kami dalam memerangi ISIS. Kami sudah menyampaikan hal ini kepada Presiden dan pemimpin-pemimpin militer Suriah, bahwa kami akan mendukung kelompok Sunni yang mau melawan ISIS dan Front Al-Nusra. Presiden dan militer Suriah setuju.”

Stone: “Anda tadi sebut 30.000 pasukan ISIS adalah tentara bayaran dari 80 negara. Artinya mereka berperang atas dasar uang bukan ideologi?”

Putin: “Benar. ISIS sendiri bukan kelompok teroris berdasarkan ideologi. Kita sama-sama paham mengenai fakta ini. ISIS bisa membesar dan bertahan karena ada aliran uang yang membiayainya. Termasuk kemudian dari hasil penjualan minyak dari ladang-ladang minyak di daerah yang dikuasai ISIS. Tapi sekarang hampir semua sudah kami bebaskan dari penguasaan ISIS”.

Stone: “Apa tujuan utama Rusia melawan ISIS?”

Stone: “Rusia memiliki populasi muslim terbesar di Eropa”.

Putin : “Tidak sepenuhnyan benar. Di Perancis saya pikir persentasenya juga sama”.

Stone: “Anda menyebutnya dulu populasi etnis asli Rusia atau Kaum Putih berkurang”.

Putin: “Anda tahu, untungnya kami mampu membalikkan trend tersebut. Sekarang adalah tahun ketiga di mana Rusia menyaksikan pertumbuhan alami dari populasi, termasuk di daerah yang dihuni etnik Rusia tradisional. Mengenai hubungan antar etnis, ini selalu menjadi isu hangat kapan pun di mana pun. Tapi Rusia punya keuntungan tertentu dalam hal ini. Contoh, Eropa dan Amerika hari ini, Anda akan lihat orang dari agama lain kebanyakan adalah imigran. Rusia berbeda. Orang dengan agama yang berbeda adalah orang Rusia sendiri. Dan Rusia adalah tanah air mereka. Tidak ada yang lain. Dari awal Rusia muncul sebagai negara banyak macam agama dan banyak macam etnis. Selama ribuan tahun Rusia menjaga interaksi kultur yang berbeda. Daerah-daerah di mana populasi campuran itu ada – Kristen dan Muslim, ada banyak situasi saat orang berdampingan merayakan perjamuan umat Muslim dan perayaan umat Kristen. Itu dasar pengalaman positif yang besar. Rusia mampu mengatasi permasalahan-interaksi antar etnis dan agama yang sensitif itu dengan mudah”.

Stone: “Di Moskow sendiri ada sekitar 15% populasi muslim. Bagaimana Anda melakukan pengawasannya?”

Putin: “Kami tidak melakukan pengawasan khusus terhadap populasi Muslim di Rusia. Populasi Muslim bukan merupakan masalah di Rusia. Aksi terorisme Islam yang disebut merupakan ancaman oleh Amerika bukan masalah kami”.

Stone: “Rusia tergabung dalam koalisi melawan ISIS di Suriah. Dapat Anda jelaskan peran Rusia?”

Putin: “ISIS disebut akan bercita-cita mendirikan Khalifah di Asia Tengah. Mereka awalnya memiliki 80.000 milisi, 30 ribu diantaranya adalah tentara bayaran dari 80 negara di dunia, termasuk dari Rusia. Mereka semakin kuat karena menguasai daerah-daerah ladang minyak. Rusia bergabung dengan pasukan Koalisi yang dipimpin Amerika dalam berperang melawan ISIS. Namun, sebagaimana Anda tahu, dalam sebuah jumpa pers kami pernah menyampaikan informasi mengenai posisi pasukan ISIS, juga transportasi pengangkutan minyak oleh ribuan truck oleh ISIS ke perbatasan Turki. Ini seperti mendobrak pintu yang sudah terbuka. Tapi, faktanya minim operasi militer yang dilakukan Amerika dan sekutu. Rusia menggempur pasukan ISIS melalui pesawat udara 70-100 kali serangan per hari. Sedangkan Amerika dan sekutu hanya 2-5 serangan per hari. Kita sama-sama paham situasi ini. Kepentingan Rusia menghancurkan ISIS lebih besar karena ribuan militan Rusia terlibat dan kami harus mencegah upaya mereka masuk kembali ke Rusia”.

Stone: “Wow, 70 sampai 100 serangan udara per hari?”

Putin: “Benar. Dan 7 hari dalam seminggu”.

Stone: “Pasti ada kemajuan dalam hal ini?”

Putin: “Semua orang melihat kemajuan itu. Awalnya wilayah yang dikuasai ISIS amat luas. Sekarang sudah banyak dibebaskan. Posisi ISIS semakin terjepit. Wilayah yang semula dikuasai ISIS itu sangat vital bagi Suriah. Dan banyak kelompok etnis di Suriah terutama kalamgan Sunni yang sudah menyatakan keinginan bekerjasama dengan kami dalam memerangi ISIS. Kami sudah menyampaikan hal ini kepada Presiden dan pemimpin-pemimpin militer Suriah, bahwa kami akan mendukung kelompok Sunni yang mau melawan ISIS dan Front Al-Nusra. Presiden dan militer Suriah setuju.”

Stone: “Anda tadi sebut 30.000 pasukan ISIS adalah tentara bayaran dari 80 negara. Artinya mereka berperang atas dasar uang bukan ideologi?”

Putin: “Benar. ISIS sendiri bukan kelompok teroris berdasarkan ideologi. Kita sama-sama paham mengenai fakta ini. ISIS bisa membesar dan bertahan karena ada aliran uang yang membiayainya. Termasuk kemudian dari hasil penjualan minyak dari ladang-ladang minyak di daerah yang dikuasai ISIS. Tapi sekarang hampir semua sudah kami bebaskan dari penguasaan ISIS”.

Stone: “Apa tujuan utama Rusia melawan ISIS?”

Putin: “Kami ingin keutuhan teritorial terjaga. Banyak muncul masalah baru mengikuti kehadiran ISIS di Suriah. Sekarang Turki dan Iran sedang berupaya mewujudkan hal itu. Kami butuh dukungan Amerika Serikat, Arab Saudi, Yordania dan Mesir. Kami akan melangkah dengan hati-hati”.

Leave a Reply