Soal Tujuh Kontainer Surat Suara, Demokrat: Andi Arief Mengingatkan Bukan Menyebarkan

by -75 views

GardaIndoNews – Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menyebut informasi hoax tujuh kontainer surat suara sudah menyebar sebelum ada cuitan koleganya, Andi Arief. Jansen menegaskan, bukan Andi yang menyebarkan informasi itu.

Dia menekankan, justru Andi yang mengingatkan dengan meminta cek kebenaran kabar tujuh kontainer itu.

“Supaya tidak jadi fitnah, harap dicek, dia (Andi) tekankan lagi. Karena, ini kabar sudah beredar. Sebelum Andi ngetwit, itu pun sudah ada yang lain-lain juga ngetwit, tapi karena tidak ke publik. Kemudian, tidak dijadikan rujukan oleh media,” kata Jansen ketika dihubungi, Kamis (3/1/2019).

Terkait tim sukses Joko Widodo yang merasa dirugikan atas adanya isu itu, Jansen menilai, seharusnya mereka lebih dulu meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengecek kebenaran. Bukan, justru sebaliknya malah menyerang Andi Arief.

“Kalau kemudian pihak 01 merasa dirugikan, seharusnya di kesempatan pertama mereka meminta KPU untuk mengecek, itu kan merugikan mereka,” tutur Jansen.

Soal anggapan skenario mendiskreditkan KPU, Jansen menilai, sebelum ada kasus ini kepercayaan terhadap KPU memang sudah menurun. Dia mencontohkan, soal pemakaian kotak suara kardus hingga persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang belum selesai.

“Jadi, memang harus diakui sedikit banyak kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu ini agak turun hari-hari ini. Iya kan. Masih di ingatan kita, persoalan kotak suara dari kardus, belum lagi persoalan DPT,” kata Jansen.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin merasa dirugikan atas menyebarnya isu tujuh kontainer surat suara tercoblos nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Mereka juga menilai, penyebaran berita hoax ini menunjukkan adanya pemakaian suatu skenario untuk membuat lembaga, termasuk KPU menjadi tidak dipercaya publik.

“Kami jelas dirugikan dengan permainan skenario ini. Karena dituduh berbuat curang,” kata juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily lewat pesan tertulisnya, Kamis  (3/1/2019).

Leave a Reply