Penjelasan Kejagung Periksa Andi Irfan Jaya di KPK

  • Whatsapp

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah menjelaskan, alasan pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap Andi Irfan Jaya di Gedung KPK karena terbenturnya aturan.

Andi Irfan diperiksa kembali sebagai saksi atas perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menerima pemberian atau janji kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) untuk berkas perkara atas nama tersangka Djoko Soegiarto Tjandra (DST).

Read More

“Karena lebih praktis di sana, karena ditahan di sana. Kalau perkara satu, tersangkanya banyak itu, kita pisah tempat penahanannya, Jiwasraya juga kita pisah kan,” kata Febrie di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (18/9).

“Jadi meriksanya di sana, KPK tidak izinkan kalau dibawa, aturannya dari Dirjen Lapas begitu. Bukan peraturan dari KPK, selama Covid ini kan ada protokol di rutan begitu,” sambungnya.

Kemudian, ia pun menegaskan, pemeriksaan Andi Irfan di KPK tidak ada urusannya dengan supervisi atau mengambil alih kasus yang sedang ditangani Kejagung.

“Tidak ada urusan sama supervisi, ambil alih. Perkaranya tetap di sini, kalau KPK mau ambil alih berdasarkan UU itu, ya silakan saja. Tetapi itu masih tugas kita untuk menyelesaikan,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Mida Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali memeriksa Andi Irfan Jaya. Ia diperiksa kembali sebagai saksi atas perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menerima pemberian atau janji kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) untuk berkas perkara atas nama tersangka Djoko Soegiarto Tjandra (DST).

“Diperiksa sebagai saksi untuk JST. Pihak yang diperiksa kembali sebagai saksi yaitu Andi Irfan Jaya selaku orang yang diduga melakukan kerjasama atau berhubungan langsung dengan oknum Jaksa PSM dalam merencanakan meminta fatwa agar terpidana Djoko Soegiarto Tjandra tidak dieksekusi dalam perkara tindak pidana korupsi sebelumnya yaitu perkara Cessei Bank Bali,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono dalam keterangannya, Jumat (18/9).

Diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa politikus Partai Nasdem Andi Irfan Jaya di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus jaksa Pinangki Sirna Malasari. Andi merupakan tersangka suap terhadap jaksa Pinangki dalam pusaran kasus Djoko Tjandra.

“Tersangka AIJ (Andi) dibawa ke KPK dalam rangka pemeriksaan oleh penyidik tim Kejaksaan Agung,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2020).

Ali menyatakan tak mengetahui materi pemeriksaan terhadap Andi yang dilakukan penyidik Kejagung terkait kasus jaksa Pinangki. Ali menyebut pihak lembaga antirasuah hanya menyediakan tempat pemeriksaan sebagai bentuk sinergi antar aparat penegak hukum (APH).

“Mengenai materi pemeriksaan tentu menjadi wewenang penyidik Kejaksaan Agung. Sebagai bentuk sinergi antara APH, KPK fasilitasi tempat penahanan dan pemeriksaan tersangka,” kata Ali.

Related posts