NasionalRe Sukseskan Wisuda Ansuransi Milenial Syariah

by -184 views
Direktur Utama NasionalRE Edhie Mulyono pada seminar Ansuransi milenial Potensi dan Inovasi

GardaindoNews – Direktur Utama Nasional Re Edhie Mulyono menyebut Generasi milenials merupakan generasi muda usia antara 18-38 tahun (1980-2000) yang masuk dalam usia produktif, berdasarkan data BPS populasi kaum milenials di Indonesia sekitar 90 jutajiwa.

Menurut survey dari Alvara research, di Indonesia tahun 2017 produk keuangan yang dipilih generasi milenials lebih didominasi oleh produk tabungan sebesar 94,4%, dibandingkaninvestasi asuransi sebesar 5,6%.

“Inovasi asuransi syariah terhadap marketing mix (product, price, promotion, place) untuk membidik target generasi milenials Asuransi syariah harus dipersiapkan dengan baik di Era Revolusi Industri 4.0 (digital, robotic, big data) sehingga dapat menjadi asuransi syariah
milenials yang akan mendukung pertumbuhan bisnis reasuransi syariah dan menjadi reasuransi syariah milenials” Papar Edhiie¬† dalam seminar Potensi dan Inovasi Asuransi Syariah yang digelar Islamic Insurance Society (IIS) di Kuningan, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Data reasuransi domestik menunjukan reasuransi syariah memiliki porsi yang kecil dibanding reasuransi konvensional dalam hal kontribusi bruto yaitu sebesar Rp638 Miliyar atau 3,73% dibanding reasuransi kovensional sebesar Rp16.472 Miliyar atau 96,27%. Investasi reasuransi syariah sebesar Rp1.247 Miliyar atau 10,12% dibanding reasuransi kovensional sebesar Rp11.064 Miliyar atau 89,88%. Aset reasuransi syariah sebesar Rp1.825 Miliyar atau 8% dibanding reasuransi kovensional sebesar Rp20.998 Miliyar atau 92%.

Edhie juga menyebutkan perusahaan reasuransi syariah di Indonesia terdiri dari 1 perusahaan reasuransi syariah dan 2unit usaha reasuransi syariah.

“Pertumbuhan reasuransi syariah di Indonesia selama kurun waktu 3 tahun terakhir cukup baik melihat Aset reasuransi syariah tumbuh 10%, kontribusi bruto tumbuh 29%, investasi tumbuh 6%, dan hasil investasi tumbuh 19%”.ungkapnya

Sedangkan proporsi reasuransi syariah dibandingkan dengan asuransi syariah yaitu kontribusi bruto reasuransi syariah sebesar Rp638 Miliyar atau 6,61% dibanding asuransi syariah sebesar Rp9.015 Miliyar atau 93,39%. Investasi reasuransi syariah sebesar Rp1.247 Miliyar atau 3,4% dibanding asuransi syariah sebesar Rp35.416 Miliyar atau 96,6%. Aset reasuransi syariah sebesar Rp1.825 Miliyar atau 4,36% dibanding asuransi syariah sebesar Rp39.992 Miliyar atau 95.64%.

Dari hal tersebut diatas perusahaan reasuransi syariah memiliki peluang yaitu terbukanya peluang bisnis seiring pertumbuhan asuransi syariah, kewajiban pemenuhan kapasitas dalam negeri, bertambahnya unit syariah, dan optimalisasi layanan digital.

“Selain memiliki sejumlah peluang reasuransi syariah juga memiliki beberapa tantangan yaitu kewajiban spin off tahun 2024, kapasitas yang terbatas, pangsa pasar kecil dibanding konvensional, dan minim inovasi produk”.Pungkasnya

 

 

Leave a Reply