Meski Moskow Turun Salju,Tidak Menyurutkan Semangat Mahasiswa Nyoblos

by -107 views

GardaIndoNews –Perhimpunan Mahasiswa Indonesia menilai pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) 2019 istimewa, terlebih pemilu di Moskow Rusia berjalan lancar persis seperti pemilu pada 2014.

Hal itu disampaikan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Kota Moscow yang juga pernah merasakan pencoblosan pada tahun 2014 di negeri beruang merah ini.

“Pemungutan suara periode ini sangatlah istimewa karena bukan hanya memilih anggota legislatif saja melainkan memilih presiden dan wakil presiden.

Pelaksanaan pemungutan suara ini pun berjalan lancar seperti lima tahun yang lalu yaitu tahun 2014,” ungkap Ade dikutip Rmol, Selasa (16/4/2019).

Ade menceritakan pada waktu lima tahun lalu dirinya juga sempat memberikan hak pilihnya pada pemilu legislatif dan pemilu presiden, seusai dengan sidang disertasi masternya, dan kali ini dia memberikan hak suaranya seusai praktik penelitiannya

. “Meski kota Moskow dingin dan turun salju lagi. Tidak menyurutkan niat saya dan tetap bersemangat untuk hadir dan menggunakan hak suaranya. Dimana saya mengingat lima tahun lalu saya pernah memilih calon presiden dan wakil saat saya selesai ujian disertasi dan kali ini saya lakukan selesai kerja praktik di kampus” lanjut Ade.

Ade juga menceritakan pada pemilu 2019 ini para mahasiswa WNI juga antusias hadir untuk mencoblos, khususnya dari di Kota Kazan yang membutuhkan waktu 13 jam untuk sampai ke Moskow. Selain itu ada juga pekerja profesional di spa, dan tenaga kerja wanita turut dihadiri oleh turis Indonesia yang sedang berkunjung ke Russia.

Ade juga menilai antusiasme para pemilih WNI untuk mencoblos surat suara ini juga dilakukan lantara selama ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sering melaksanakan sosialisasi Pemilu dan melibatkan mahasiswa dalam sosialisasi tersebut.

Namun disisi lain ada juga pemilih yang masih terlihat bingung karena tidak begitu mengenal Calon Anggota Legislatif (Caleg) karena track recordnya yang tidak terlihat nyata.

“Berbeda dengan Capres/Cawapres , masyarakat sangat yakin dengan pilihannya karena sedikit banyak telah mengenal lewat debat Capres/Cawapres yang disajikan KPU dan bekerja sama dengan televisi swasta dan di upload di Online atau streaming sehingga masyarakat tiak lagi meraba siapa Capres/Cawapres yang akan dipilih,” tuturnya.

Ade berharap siapapun yang menjadi presiden dapat lebih memperhatikan masasiswa Indonesia di luar negeri. “Orang-orang hebat dan peneliti Indonesia yang berada di luar negeri agar kiranya bisa kembali ke Indonesia untuk membangun negeri dan bukan membiaran mereka dalam kondisi nyaman di negara lain,” tandas Ade.

Leave a Reply