Masuk Bursa Kabinet Jokowi, Wiranto: Terserah Presiden, Jangan Kita Sibuk Urus Kabinet

  • Whatsapp

GardaIndoNews – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto enggan menanggapi beredarnya pesan berantai yang berisi susunan kabinet Jokowi-Ma’ruf mendatang.

Read More

Menurut dia, hal tersebut merupakan hak prerogatif presiden. “Wah kabinet tanya presiden. Itu tanya presiden. Kok tanya saya sih,” kata Wiranto di sela-sela acara Apkasi Otonomi Ekspo di kawasan, Senayan Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Mantan panglima ABRI ini juga enggan berkomentar terkait kabar namanya masuk bursa kabinet Jokowi-Ma’ruf. Karena hal tersebut bukan kewenangan dirinya, dan sepenuhnya diserahkan pada presiden. “Itu gak usah kira-kira. Kira-kira itu untung-untungan. Ya tunggu aja tanggal mainnya, nanti diumumkan. Terserah presiden jadi jangan kita sibuk urus kabinet,” katanya menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, juga dikabarkan masuk bursa kabinet Jokowi-Ma’ruf. Ia meminta pesan berantai di media sosial yang beredar tersebut tidak ditanggapi. Meskipun nama Moeldoko disebut masuk jadi calon Menko Kemaritiman dalam pesan berantai tersebut.

“Ya namanya isu, enggak usah terlalu ditanggapi,” kata Moeldoko, di Bina Graha, kompleks Istana Jakarta, Selasa 2 Juli 2019.

Mantan Panglima TNI ini menambahkan isu-isu mengenai komposisi kabinet Jokowi-Ma’ruf merupakan isu biasa yang cepat berganti. “Hampir setiap minggu berubah, tanya yang buatlah,” ujarnya.

Moeldoko pastikan terkait komposisi kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden. “Itu haknya Presiden. Itu hak prerogratif Presiden,” katanya.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen (Purn) Anang Iskandar mendaftarkan diri menjadi calon pimpinan KPK, Rabu 3 Juli 2019. Anang membawa dan melengkapi berkas persyaratan serta lamaran yang diminta panitia seleksi.

Seperti diketahui, waktu pendaftaran calon pimpinan komisi antirasuah sudah berlangsung selama tiga pekan dan telah menjaring sejumlah figur dari berbagai kalangan.

“Ini kita mendaftar. Kan ini menjadi kewajiban saya untuk datang dan mendaftar ke sini,” kata Anang seusai mendaftar di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.

Menurut Anang, alasannya mendaftar calon pimpinan juga karena dorongan sejumlah pihak. Alasan lainnya, pria yang pernah menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional itu memiliki bekal pengalaman bidang reserse selama mengabdi di Korps Bhayangkara.

Pengalaman di bidang penyidikan tindak pidana tersebut yang akan diterjemahkan Anang dalam menangani kasus korupsi. “Saya sudah punya pengalaman 34 tahun, dan kesehatan saya masih prima. Sebelum saya meninggalkan dunia ini harus ada hal positif untuk amal ibadah saya,” ucapnya.

Anang menyatakan, pendaftarannya sebagai calon pimpinan KPK bukan mewakili institusi Kepolisian. Sudah pensiun selama tiga tahun, Anang menyatakan, kesibukannya usai purna tugas ialah menjadi pengajar di salah satu universitas.

“Saya secara pribadi sebagai masyarakat biasa. Pengalaman saya ini saya gunakan. Jadi saya bukan polisi ya, pensiunan polisi.”

Related posts