KPAI Awasi Aksi Massa Bertajuk ‘Apel Siaga Ganyang Komunis’

  • Whatsapp

Sebagaimana pemberitahuan Kepolisian tentang aksi massa ganyang komunis yang di selenggarakan Alumni 212 menjadi perhatian KPAI.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mengawasi aksi massa bertajuk ‘Apel Siaga Ganyang Komunis’ yang diselenggarakan di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2020). Pengawasan dilakukan untuk mencegah terjadinya dugaan pelibatan anak.

Read More

“Untuk itu hari ini tim KPAI akan melakukan pengawasan langsung aksi massa ganyang komunis dengan dugaan anak terlibat atau dilibatkan dalam apel akbar siang jam 13.00 di Lapangan Ahmad Yani Kebayoran Jakarta Selatan,” ucap Komisioner KPAI, Jasra Putra melalui keterangan pers yang diterima gardaindonews.com, Minggu 5 Juli 2020.

Menurut Jasra, pelibatan anak dalam setiap kegiatan aksi massa atau kampanye politik harus dicegah sejak dini agar anak tidak terus terpapar oleh kekerasan dan menjadi martir bahkan korban yang sia-sia.

“Bahwa anak-anak yang terus terpapar aksi aksi unjuk rasa, pernyataan sikap politik, di mana anak-anak tidak siap, tidak mengerti substansinya dan konteksnya maka akan lahirlah kekerasan baru, ujaran kebencian baru,” terang Jasra.

Jadi KPAI tidak hanya melihat aksi ini seperti yang disampaikan korlap bahwa akan aman dan tidak ada sampah. Justru sampah itu adalah perkataan perkataan yang tidak dipahami anak. Karena melibatkan anak ada prinsip prinsip yang harus didahulukan, agar aman dan bermakna.

Peristiwa politik tahun lalu, menggambarkan anak anak yang mengikuti terus menerus aksi unjuk rasa atau mendengarkan paparan suara keras yang tidak ia pahami. Maka anak anak akan menjadi korban atau pelaku kekerasan.

Sebagaimana diketahui, Persaudaraan Alumni (PA) 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan ormas lainnya akan menggelar Apel Siaga Ganyang Komunis di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Namun demikian, Polda Metro Jaya tidak menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) aksi tersebut. Tetapi polisi tetap akan menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengimbau peserta apel siaga harus mengikuti aturan menyampaikan pendapat di muka umum dan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah karena masih masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

“Sekarang kan masih PSBB, protokol kesehatan wajib mereka ikuti, tidak ada ramai-ramai, bakar-bakar misalkan, pasti kita tangkap kalau begitu,” tutur Yusri kepada wartawan, Sabtu (4/7/2020)./J01

Related posts