Jokowi Minta Jepang Berinvestasi di Natuna

  • Whatsapp

Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui Menteri Luar Negeri Motegi Toshimitsu, mengajukan permintaan kepada perusahaan-perusahaan Jepang untuk berinvestasi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

“Saya ingin Jepang berinvestasi di Natuna,” kata presiden saat pertemuan dengan Toshimitsu di Istana Merdeka di Jakarta pada hari Jumat (10/1/2020).

Read More

Kepala negara memuji kerja sama yang baik antara Indonesia dan Jepang dalam mengembangkan fase pertama pusat kelautan dan perikanan terpadu di Natuna.

“Saya berharap proposal untuk pendanaan tahap kedua (proyek) akan ditindaklanjuti segera,” katanya.

Perairan Natuna kembali menarik perhatian outlet media nasional dan internasional setelah kapal penjaga pantai Tiongkok dan kapal penangkap ikan berulang kali melanggar hak zona ekonomi eksklusif Indonesia (ZEE).

Kapal-kapal Tiongkok ditemukan mengawal puluhan kapal nelayan Cina untuk merebus di ZEE Indonesia di dekat perairan Natuna pada 19 dan 24 Desember 2019.

Pada bulan Maret 2016, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi telah mengajukan protes dengan Kuasa Usaha China di Jakarta, Sun Weide, atas pelanggaran penjaga pantai Tiongkok di perairan Indonesia.

Pada kesempatan itu, presiden juga menyampaikan salam selamat datang kepada menteri luar negeri Jepang dan rombongannya.

“Selamat datang di Jakarta dan selamat atas asumsi tugas baru menteri luar negeri,” katanya.

Sebagai menteri luar negeri dengan latar belakang ekonomi, Toshimitsu pasti akan mengalihkan perhatian lebih besar ke diplomasi ekonomi, kata Jokowi.

Jepang adalah salah satu mitra utama Indonesia, katanya.

“Saya tahu bahwa setelah pertemuan ini, Yang Mulia akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan menteri luar negeri Indonesia untuk membahas kerja sama bilateral secara rinci,” tambahnya./J01

Related posts