Hasil Indentifikasi, Tim DVI Serahkan Dua Jenazah ke Pihak Keluarga Korban Pesawat Lion Air JT 610

  • Whatsapp

Hasil gambar untuk Tim DVI Serahkan Dua Jenazah ke Pihak Keluarga Korban Pesawat Lion Air JT 610

Read More

GardaIndoNews – Dua jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Jawa Barat diserahkan ke pihak keluarga. Proses penyerahan dilakukan usai tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi keduanya.

Kedua jenazah atas nama Candra Kirana dan Hizkia Jorry Saroinsong. Proses penyerahan kedua jenazah tersebut dihadiri oleh perwakilan RS Polri, Lion Air dan pihak keluarga. Dari keluarga Candra diwakili kakaknya, sementara keluarga Hizkia diwakili kedua orangtuanya.

Kepala Bagian Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Pudjo Sulistyo mengatakan, penyerahan dua jenazah diawali dengan penyerahan dari pihak RS Polri ke Lion Air.

Nantinya, dari pihak Lion Air akan menyerahkan ke pihak keluarga. “Dari Polri menyerahkan kepada Lion dan Lion nanti menyerahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Wakil Kepala RS Polri Komisaris Besar Polisi Heriyanto mengatakan, pihak RS Polri akan mengurus segala sesuatu mengenai jenazah, termasuk surat kematian. “Proses penyerahan jenazah setelah berhasil diidentifikasi kami akan menyerahkan jenazah, surat kematian dan mengurus segala sesuatunya,” ujarnya.

Untuk satu jenazah yang sudah teridentifikasi atas nama Monni, ia menyatakan pihak RS Polri sudah menghubungi keluarga. Namun, pihak keluarga tidak berada di dekat rumah sakit sehingga tidak bisa menghadiri penyerahan jenazah. “Nanti kami tanyakan ke pihak keluarga kapan mau diserahterimakan,” katanya.

Johan Harry Saroinsong, ayah Hizkia mengatakan, pihaknya akan membawa jenazah, besok. “Rencana jenazah besok dibawa ke Cikini. Jadi sepanjang malam ini mau ditaruh di sini dulu akan ditaruh di rumah duka akan dikirim besok siang sekitar jam berapa belum tahu juga,” kata Johan.

Sementara itu, ibunda Hizkia Jorry bersyukur jenazah anaknya sudah teridentifikasi. Ia pun percaya bahwa jenazah tersebut adalah anaknya meskipun sudah dalam keadaan tidak utuh.

“Buat saya itu suatu mukjizat di antara sekian banyak hanya satu tangan saja yang teridentifikasi itu menyatakan Tuhan baik buat saya, buat keluarga saya jadi itu,” katanya.

Related posts