Diduga Lakukan Penipuan, BTN dan Jasindo Dipolisikan

  • Whatsapp

Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT. Bank BTN (Persero) Tbk dan PT. Asuransi Jasindo (Persero) dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena diduga telah melakukan penipuan dan atau tindak pidana perbankan/perasuransian terhadap nasabahnya.

Dugaan tindak pidana di bidang perbankan/perasuransian itu dilaporkan Muhammad Taufik SH selaku kuasa hukum korban kepada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polda Metro Jaya, pada hari Jumat, 18 September 2020 kemarin.

Read More

“Benar kami mewakili klien telah melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan lain-lain kepada Polda Metro Jaya, di mana Bank BTN dan PT. Asuransi Jasindo sebagai Terlapor,” ungkap Muhammad Taufik SH sambil menunjukkan Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) No. TBL/5584/IX/YAN 2.5/2020/SPKT.PMJ tertanggal 18 September 2020, kepada pers yang bertugas di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan.

Proyek Apartemen Diduga Fiktif
Secara singkat Taufik menjelaskan kronologi dugaan penipuan terhadap kliennya. Bermula dari promosi besar-besaran yang dilakukan oleh PT Permata Sakti Mandiri penggembang Apartemen Cimanggis City, Depok, Jawa Barat sejak April 2017 dalam memasarkan unit apartemen Cimanggis City kepada calon konsumen.

Dengan iming-iming harga murah, lokasi strategis, pembangunan apartemen sudah dimulai dan seterusnya, menyebabkan ribuan konsumen tergiur untuk memesan unit apartemen Cimanggis City, termasuk di antaranya kliennya.

“Setelah menandatangani kontrak pemesanan unit apartemen, klien kami segera mengajukan permohonan KPA (kredit pembelian apartemen) kepada Bank BTN selaku bank mitra dari PT. Permata Sakti Mandiri pengembang Cimanggis City,” papar Taufik.

31 Januari 2018 PT. Permata Sakti Mandiri menyelenggarakan acara seremonial groundbreaking pertanda dimulainya secara resmi pelaksanaan proyek pembangunan tower A apartemen Cimanggis City setinggi 24 lantai

Mengetahui fakta tersebut, Muhammad Taufik SH dkk yang ditunjuk sebagai kuasa hukum segera melakukan penyelidikan di lapangan. Hasilnya, ditemukan fakta bahwa tidak ada sama sekali aktivitas pembangunan apartemen Cimanggis City di lokasi lahan.

Fakta ini mengungkapkan kebohongan PT. Permata Sakti Mandiri melalui banyak pemberitaan di berbagai media massa nasional yang mengesankan seolah-olah proyek pembangunan apartemen sedang berjalan.

“Karena telah terungkap kebohongan (hoax) yang dibuat dan disebarkan oleh PT. Permata Sakti Mandiri, kami segera bertindak dengan mengirim somasi kepada pengembang, Bank BTN dan PT. Jasindo. Fakta bahwa proyek Cimanggis City tidak berjalan sama sekali, unit apartemen yang menjadi objek dalam perjanjian kredit dan pertanggungan asuransi terbukti fiktif. Somasi kami tidak ditanggapi sebagaimana mestinya, kami terpaksa melaporkan dugaan pidana ini ke Polda Metro Jaya,” pungkas Taufik./J01

Related posts