Boyamin: Kabareskrim Layak Jadi Kapolri, Netizen: Bedakan Antara Prestasi dan Kewajiban!

  • Whatsapp

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia atau MAKI mengapresiasi kinerja Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam keberhasilan membekuk buronan negara Djoko Tjanda.

Atas kinerjanya itu, Listyo dinilai layak untuk mejadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Ia dianggap pantas untuk menggantikan posisi Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun.

Read More

Bukan tanpa alasan, diketahui Listyo telah berhasil menangkap buronan negara yang kabur selama 11 tahun, Djoko Tjandra di Malaysia.

Pendapat itu disampaikan oleh Koordinator MAKI, Boyamin Saiman. “Saya katakan dia (Listyo) layak jadi Kapolri,” ujar Boyamin.

Pernyataan Boyamin yang mengatakan Kabareskrim layak menjadi kapolri mendapat tanggapan dari anggota DPR Fadli Zon  “O ingin jadi Kapolri?” tulisnya dalam cuitan, Jumat (31/7/2020).

Tidak hanya Fadli Zon, rupanya Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, juga memberikan tanggapan melalui Twitternya.

Pihaknya mengatakan soal prestasi dan kewajiban.

“Mohon bisa dibedakan antara Prestasi dan Kewajiban! #Hensat,” tulisnya, Jumat (31/7/2020)

Direktur Pusat Kajian Strategis Negara ketika dimintai keterangannya soal pernyataan koordinator MAKI yang mengatakan kabareskrim layak menjadi kapolri mengatakan pernyataan Boyamin inkonsisten.

“Jelas pernyataanhya inkonsisten,  ketika menjadi narasumber Mata Najwa Boyamin mengatakan kasus Djoko Tjandra tidak ada kaitannya dengan TB1 atau jabatan kapolri” kata Alfian kepda gardaindonews.com Jumat 30 Juli 2020.

Pada program mata najwa Boyamin mengatakan “Tidak ada kaitannya dengan kapolri jangan sampai saya dituduh ada order kiri dan membela yang kanan, jangan sampai saya dituduh bermain urusan TB1” kata Boyamin di Mata Najwa’

Related posts