BNI Syariah Terseret dalam Aduan ke MK, Saham BNI Babak Belur Dihajar Investor

by -2,653 views

GardaIndoNews –Polemik hasil pilpres 2019 belum juga usai dan justru mulai masuk ke dalam babak baru. Setelah kubu 02 memutuskan untuk menempuh jalur konstitusi, dua nama bank syariah pun ikut terseret, yaitu PT BNI Syariah dan PT Bank Syariah Mandiri.

Dua nama bank syariah tersebut ikut terseret setelah tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga menyerahkan perbaikan berkas permohoanan sengketa perkara hasil pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam berkas tersebut, Bambang Widjojanto (BW) mempersoalkan posisi cawapres Ma’ruf Amin yang masih tercatat sebagai Dewan Pengawas Syariah (DSP) di kedua bank tersebut. Hal itu, menurut BW melanggar ketentuan hukum dan dapat menjadi dasar untuk mendisfikualisasi paslon Jokowi-Ma’ruf dari kontestasi pilpres 2019.

“Menurut informasi yang kami miliki, Pak Calon Wakil Presiden (Ma’ruf Amin), dalam laman BNI Syariah dan Mandiri Syariah, namanya masih ada dan itu berarti melanggar Pasal 227 huruf P UU Pemilu,” imbuh BW yang merupakan ketua tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (10/06/2019) kemarin.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong MK untuk mempertimbangkan temuan tersebut dan mengambil sikap dengan bijak.

“Kami memasukkan argumen yang perlu dipertimbangkan baik-baik karena ini bisa menyebabkam Paslon 01 itu didiskualifikasi,” sambungnya.

Bak terpantik oleh proses hukum bergulir atas temuan tersebut, investor di pasar saham langsung bereaksi hebat. Imbas yang paling terasa terjadi pada pergerakan saham induk BNI Syariah, yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

Pagi ini, saham BNI menduduki posisi teratas sebagai saham yang paling banyak dilepas investor. Data bursa mencatat, investor memlih hengkang dari saham BNI lebih awal sebagai upaya penyelematan setelah mencatatkan nilai investor jual bersih sebesar Rp19,7 miliar.

Hengkangnya investor tersebut membuat saham BNI terkoreksi cukup dalam, yakni 1,73% ke level Rp8.525 per saham.

Leave a Reply