Berikan Award Kebohongan, PSI Terancam Dipolisikan

by -231 views

GardaIndoNews – Langkah Partai Solidaritas Indonesia atau PSI memberikan award kebohongan untuk Prabowo, Sandiaga Uno, dan Andi Arief mendapat perlawanan.

Tim hukum Partai Demokrat membuka kemungkinan melaporkan Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, timnya bakal menyampaikan pendapat hukum itu kepada Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

“Kalau Andi Arief mau mempidanakan silakan, kami akan laporkan. Kami akan koordinasi dengan Andi Arief apakah perlu dilaporkan atau tidak,” kata Ferdinand, Jumat (4/1/2019).

PSI baru saja memberikan penghargaan kebohongan ter-halu untuk Andi Arief. Penghargaan yang ditandatangani Grace dan Raja Juli itu diberikan kepada Andi Arief lantaran cuitannya ihwal tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos.

Ferdinand mengatakan penghargaan itu memenuhi unsur pidana pencemaran nama baik terhadap Andi Arief. Partai anyar itu, kata Ferdinand, juga bisa dikenai pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) lantaran menyebarluaskan kabar soal penghargaan itu di media sosial.

Ferdinand menilai PSI telah mendahului kewenangan pengadilan. Padahal, Ferdinand beralasan, pengadilan belum pernah menyatakan Andi Arief, Prabowo, dan Sandiaga melakukan kebohongan.

“Berdasarkan asumsi PSI telah menuduh orang lain sebagai pembohong, maka itu adalah pencemaran nama baik, dan patut diganjar dengan proses hukum yang berlaku di negara kita,” ujarnya.

Meski begitu, Ferdinand mengatakan keputusan terakhir ada pada Andi Arief selaku pihak yang dinobatkan sebagai penerima award kebohongan oleh PSI. Jika Andi ingin melanjutkan perkara itu ke ranah hukum, ujarnya, tim advokasi Demokrat siap membuat pelaporan.

“Kalau Andi Arief menyatakan tidak usah kami tentu tidak bisa,” ucap Ferdinand.

Leave a Reply