BEI Minta Investor Tak Khawatir 13 Manajer Investasi Jadi Tersangka

  • Whatsapp

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi meminta para investor tidak khawatir dananya akan lenyap terkait dengan penetapan 13 perusahaan manajer investasi (MI) sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

“Saya belum dapat laporan secara detil. Setahu saya yang dibekukan itu produknya, bukan MI-nya. Reksa dana itu pengelolaannya independen. Kolateral tidak ada di MI, tapi di kustodian. Investor tidak usah khawatir, dananya ada di pihak ketiga,” ujar Inarno saat bincang virtual dengan wartawan di Jakarta, Jumat 26 Juni 2020.

Read More

Inarno pun menegaskan dalam pengawasan perdagangan di bursa, selama ini BEI selalu mengedepankan keterbukaan informasi dan senantiasa meningkatkan perlindungan terhadap investor.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian S Manullang mengatakan terkait dugaan keterlibatan 13 MI dalam kasus gagal bayar Jiwasraya, pihaknya tidak menemukan indikasi tersebut dalam pemeriksaan sehari-hari.

“Kita harap ini tidak mengganggu aktivitas di pasar modal. Mereka juga kan baru diduga. Selama ini juga sudah banyak pembekuan-pembekuan. Semoga segera clear,” ujar Kristian.
​​​​​
Kejaksaan Agung pada Kamis (25/6) menetapkan 13 korporasi sebagai tersangka dan juga seorang tersangka baru dalam rangkaian kasus Jiwasraya. Adapun 13 korporasi tersangka yang disebut sebagai perusahaan manajer investasi, yaitu PT DN/PT PAJ, PT OMI, PT TPI, PT MD, PT PAM, PT MNCA, PT MAM, PT GAPC, PT JCAM, PT PAAM, PT CC, PT TFI, dan PT SAM.

Potensi kerugian negara akibat 13 korporasi itu diduga sebesar Rp12,157 triliun, yang merupakan bagian dari semua keseluruhan perhitungan kerugian negara yang dirilis oleh BPK beberapa waktu yang lalu sebesar Rp16,81 triliun./J01

Related posts