BeBaskan Syafruddin Arsyad, KPK: Putusan MA Aneh Bin Ajaib

  • Whatsapp

GardaIndoNews – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief mengaku kaget setelah mendengar putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan permohonan kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung. Pasalnya, sebelumnya mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu dinilai terbukti merugikan negara sebesar Rp 4,58 triliun.

Read More

“Pertama, KPK menghormati putusan MA. Namun demikian, KPK merasa kaget karena putusan ini aneh bin ajaib karena bertentangan dengan putusan PN (Pengadilan Negeri) dan Pengadilan Tinggi (PT),” kata Laode, kepada wartawan, Selasa (9/7/2019).

Tak hanya itu, Laode juga mengaku bingung atas pendapat hakim yang menangani perkara kasasi Syafruddin tersebut. Laode menuturkan, para hakim menilai Syafruddin terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya. Akan tetapi, para hakim MA memiliki pendapat yang berbeda-beda.

“Pendapat yang berbeda seperti ini mungkin baru kali ini terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, tim kuasa hukum Syafruddin, Ahmad Yani mensyukuri bahwa kliennya divonis bebas dari permohonan kasasi. Namun hingga saat ini, tim kuasa hukum belum juga menerima salinan putusan tersebut.

“Alhamdulillah kami mensyukuri sekali bahwa klien kami dinyatakan bebas,” ucap Yani di Rutan K4 Cabang KPK.

Dia mengatakan, Selasa (9/7) ini merupakan batas penahanan kliennya. Oleh karena itu, tim kuasa hukum meminta kliennya untuk dilepaskan.

“Kedatangan kami hari ini juga sekaligus juga untuk saling berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum dari KPK. Karena pada malam hari ini juga pukul 00.00, klien kami memang wajib harus dilepaskan dan juga itu dikuatkan lagi dengan putusan yang pada hari ini kami dapat informasi bahwa klien kami sudah dibebaskan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi terdakwa kasus korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Syafruddin Arsyad Temenggung. Dalam putusannya, hakim MA menyatakan, Syafruddin Arsyad Temenggung terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya.

Namun, perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana. “Mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi/terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung,” ujar Kabiro Hukum dan Humas MA, Abdullah, dalam konferensi pers di Media Center MA, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Related posts