Polisi: Tidak Ada Toleransi Lagi Bagi Anggota Geng Motor yang Bertindak Anarkis

by

Foto

GardaIndoNews – Kasubnit V Subdit III Ranmor, AKP Andhiek Budy Kurniawan saat berbicara di Forum Promoter Polri bertema “Penanggulangan Teror Geng Motor Demi Memberikan Rasa Aman dan Terwujudnya Kamtibmas” di Menara 165 Jakarta, Kamis (8/11/2018). mengatakan rata-rata geng motor muncul di kota-kota besar.

Dari catatannya geng motor banyak bermunculan di wilayah Jawa Barat disusul Jakarta, Medan dan Bali. Aksi yang kerap diciptakan oleh gerombolan geng motor ini diantaranya pengrusakan fasilitas umum mauun pribadi, penganiayaan, pengeroyokan, pemerasan, pencurian dengan kekerasan, pemerkosaaan hingga pembunuhan.

“Keberadaan geng motor yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat akan ditindak tegas oleh kepolisian. Polisi tidak akan ada toleransi lagi bagi anggota geng yang bertindak anarkis,” kata Andhiek.

Upaya untuk mengatasi persoalan geng motor ini, Kepolisian aktif melakukan berbagai upaya pencegahan. Diantaranya preemtif, preventif dan represif. Untuk upaya preemtif diantaranya melalui penyuluhan kepada masyarakat dengan melibatkan kamtibmas. Selain itu dengan menggandeng stake holder terkait agar dapat melengkapi sarana prasarana jalan umum seperti penerangan jalan, pemasangan cctv dan lainnya.

Upaya preventif yang dilakukan Polri meliputi patroli rutin, pembuatan aplikasi Polisi Kita dan penempatan anggota Polri pada daerah rawan tindak kejahatan. Sedangkan upaya represif denga membentuk satgas anti kejahatan, pemetaan daerah rawan kejahatan dan proses sidik.

“Apabila pelaku kekerasan dari geng motor adalah anak-anak, kita melakukan mekanisme restorative justice yaitu menghindarkan anak-anak dari pemidanaan dan diganti dengan bimbingan,” ulas dia.

Leave a Reply